Kamis, 07 Juni 2012

KEDHALIMAN MEMBAWA KESENGSARAAN


Dahulu ada seorang Bani Israil ketika dia berada di tepi laut , tiba-tiba  dia melihat
seseorang yang berseru dengan lantang orang itu berkata,”Ingatlah siapa yang telah melihat aku ,maka janganlah berprilaku dhalim kepada siapapun”.Dia mendekati orang itu sambil berkata,”Hai mengapa kau berkata seperti itu !”.orang itu menjawab,”Ketahuilah,dulu aku seorang berkuasa.Saat aku berada di tepi laut aku melihat seorang pemancing yang mendapatkan ikan.Maka aku memintanya tetapi dia menolaknya,aku akan membelinya tetapi dia tetap menolaknya,lantas aku rebut ikan itu darinya dengan paksa dan aku memukulnya sehingga aku mendapatkan ikan itu.Sesampainya dirumah aku memasak ikan itu dan memakannya,tiba-tiba duri tajam ikan itu menusuk ibu jariku sehingga jariku membengkak.Saat aku bawa ke dokter,dokter mengatakn kalau kemungkinan kecil jariku sembuh karena duri dari ikan itu mengandung racun yang berbahaya dan bisa disembuhkan jika ibu jariku dipotong.Jika ibu jariku tidak dipotong racun itu dapat menjalar ke seluruh tubuhku dan dapat mengakibatkan kematian.Karena terlalu lama aku berfikr racun itu sudah menjalar sampai telapak tanganku,sehingga dokter menyarankan agar telapak tanganku dipotong.Pikiranku semakin kalut,sehingga racun itu sudah menjalar ke bagia lenganku.Dan tanpa pikir panjang akupun mengikuti saran dokter untuk memotong lenganku.Setelah tanganku berhasil dipotong seseorang bertanya padaku : apa penyebab penyakitmu ?, lalu aku menceritakannya cerita ikan itu.Lalu orang itu berkata : andaikan anda waktu itu menghampiri pemancing itu untuk meminta maaf dan meminta halalnya mungkin lenganmu tidak akan dipotong.Lebih baik sekarang kamu temui pemancing itu untuk meminta maaf dan menghalalkan ikan itu sebelum racun itu menjalar ke seluruh tubuhmu karena belum tentu lenanmu dipotong dapat menghilangkan racun itu.Setelah mendengar saran itu aku langsung mencari pemancing itu sampai bertemu dengannya,aku langsung berlutut sambil menangis dan meminta maaf padanya.Lalu pemancing itu bertanya : siapakah engkau itu?,lalu aku menjawab : aku adalah orang yang merampas ikanmu.Lalu aku ceritakan masalahnya sampai jabatanku sebagai penguasa habis karena penyakitku.Kemudian pemancing itu berkata : baiklah aku maafkan dan aku halalkan ikan itu setelah melihat kejadian ini.Kemudian aku bertanya : apakah waktu aku merampas ikanmu kamu berdoa ?,pemancing itu menjawab : ya aku berdo’a,Ya Allah orang itu telah menganiayaku dengan kekuatan dan kekuasaan diatas kelemahanku,karena itu balaslah dia,dan perlihatkanlah kekuasaan-Mu padanya.Pemncing itu kemudian berkata : ternyata Allah telah memperlihatkan kekuasaan-Nya kepadaku.Lalu aku berkata : kini aku telah menyesal dan bertaubat atas kedhalimanku”

Dari cerita diatas kita dapat mengambil maknanya bahwa meskipun kita berkuasa kita tidak boleh semena-mena terhadap orang lain yang pangkatnya lebih kecil dari kita.Jika kita menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain lebih baiknya kita membelinya/memintanya tidak dengan paksaan/kekerasan.Kita juga tidak boleh menganiaya seseorang,karena do’a orang teraniaya adalah do’a yang mustajab.

1 komentar: